gravatar

Dakwah

Ini hanya sebagai contoh saja




Realitas Dakwah Islamiyah

Defini dakwah secara etimologi menurut bahasa arab adalah:
1-     الدعوة”didalam kitab Al-misbah Al-munir bermakna: “دعوت الله أدعو دعاء” Artinya: “الإبتهال” (Berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati). Adapun bentuk kalimat Jama`nya adalah: “الدُّعاَة” dan “داعيون”. Adapun Nabi Muhammad Shalallahu `alaihi wasallam adalah Da`I yang mengajak seluruh makhluk untuk meng-esakan Allah Subhanu wat`ala.


2-     Didalam Al-mufrodat disebutkan: “والدعاء إلى الشئ الحث على قصده ”. Hal ini dikatakan oleh Allah didalam surat Yusuf  “قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ” Artinya: Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Yusuf: 33. Kadang kala dakwah itu bermakna “السؤال” sebagaimana firman Allah disurat Al-baqoroh: “وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ”. Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Al-baqoroh: 186. Kadangkala bermakna “العبادة”. Sebagaimana firman Allah: “وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا”. Artinya: Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku". Maryam: 48. Kadangkala bermakna “النسب” Allah berfirman: “أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا”. Artinya: Karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Maryam: 91.
3-     Ibnu Manjhur mengatakan: “دعا الرجل دعوا ودعاء الاسم الدعوة ودعوت فلانا”. Makna dakwah disini adalah “Panggilan/seruan”. Sebagaimana firman Allah: “وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا”. Artinya: Dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Al-ahzab: 46. Makna ayat ini adalah “Menyerukan kepada manusia untuk meng-esakan Allah”, dan apa saja yang lebih dekat maknanya dari itu. Adapun para pendakwah itu ada yang mengajak manusia menuju kepada hidayah atau untuk mengajak kepada hal-hal yang sesat. Seseorang itu disebut Da`i jika ia mendakwahi manusia, baik itu kepada yang bid`ah ataupun agama. Dimasukkan ha “ة” –الدعو-ة- itu dimaksudkan untuk Mubalagho “لمبالغة”. Nabi Muhammad S-a-w adalah da`i-Nya Allah S-w-t. (Lisanul Arab jilid 14 halaman 258-259).

Dari pemaparan diatas, bisa dilihat bahwa lafaz “الداعية” itu mencakup kepada para pendakwah yang mengajak kepada hidayah dan juga kesesatan. Untuk menguatkan hal ini, rasulullah bersabda: “من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا ، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا”. Artinya: Barang siapa mengajak kepada petunjuk Allah, maka baginya pahala seumpama pahala orang yang mengikuti petunjuk itu dan tidak mengurangi daripada sedemikian itu pahala sedikitpun, dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedemikian itu dosa sedikitpun. Imam Muslim. Shohih Imam Muslim kitab Ilmu jilid 1 halaman 5.

Maka semua kalimat “داع” itu mejadi berbeda, sebab ia bersandar kepada “يدعو”. Imam Ibnu Al-qoyyim mengatakan: “الدعاة” itu adalah Jama` dari “داع”, seperti قاض” jama`nya adalah “قضاة” dan “رام” jama`nya adalah “رماة”. Adapaun penyebab penyandaran itu disebabkan para da`i itu bersandar kepada Allah secara khusus, artinya bahwa para da`i itu adalah orang-orang yang sudah ditentukan, sebab para da`i itu akan menyeru kepada agama Allah, beribadah kepada Allah, mengenal Allah dan mencintai Allah, dan mereka-mereka itu adalah orang-orang yang sudah ditetapkan oleh Allah dan meraka memiliki keistimewaan disisi Allah, sebab mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk itu.

Definisi Dakwah secara terminologi.
Dikalangan para penulis dan peneliti, bahwa definisi dakwah secara terminologi itu berbeda-beda, sebab setiap mereka memperhatikan kondisional setiap personal yang mereka hadapi dilapangan dakwah, diantaranya adalah:
1-     Dakwah itu dilakukan oleh para ulama dan para da`i-da`i yang sehari-harinya memberikan pencerahan dan juga memberi pengajaran kepada khalayak ramai sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan mereka yang didakwahi.
2-     Selalu mengajak manusia kepada kebaikan dan mengarah kepada petunjuk Allah, baik dengan cara amar ma`ruf dan nahi mungkar. Dengan begitu mereka yang didakwahi agar mendapatkan kegemilangan dan bahagia didunia dan akhirat.
3-     Dakwah itu adalah kumpulan dasar-dasar peraturan yang akan menghubungkan dakwah kepada orang islam untuk disampaikan dan mengajarkan islam kepada yang didakwahi untuk diterapkan dalam keseharian.

Dari beberapa definisi diatas bisa diambil sebuah titik terang, diantaranya adalah: Dakwah islamyah itu adalah implementasi[1] sebuah risalah dari langit yang berakhir dibumi. Yang mana risalah itu mencakup “Peraturan secara umum dan mencakup semua undang-undang”, baik itu perkara-perkara kehidupan dan metodologi cara hidup manusia. Dan sesungguhnya Muhammad S-A-W datang untuk itu, dan ia diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan risalah itu kepada manusia, Allah juga memberikan balasan bagi orang yang berbuat baik dan juga yang berbuat buruk, yang mana semua itu akan diterima kelak dihari pembalasan.




[1] im.ple.men.ta.si
[n] pelaksanaan; penerapan: pertemuan kedua ini bermaksud mencari bentuk -- tt hal yg disepakati dulu



Berkata